Tuesday, May 24, 2011

Kapan Harus Dewasa?

“Hari ini, besok harga naik” - @gynaecia

Kapan harus ganti gaya rambut?
Hilangkan poni, gondrong dengan sedikit gaya-gue-gimana-gue style, jadikan belah samping rapi plus minyak rambut klimis opsional.

Kapan harus berenti suka maen game?
Tombol-tombol yang akrab di jari main Final Fantasy terganti pahit manis bermain hati.

Kapan harus berhenti baca komik?
Walau koran banyak manfaatnya, One Piece, Conan, Eyeshield 21, dkk selalu punya eksitasi tersendiri.

Kapan harus memaksa jeans kesayangan untuk pensiun?
Dan membiasakan diri bercelana kain. Bah, seperti tak cukup saja tiap hari di kampus ku memakainya.

Kapan harus sadar kalau menikmati momen dengan caraku sendiri tanpa merugikan orang lain adalah dosa?
Kapan aja boyeeh.



Kapan harus dewasa?
Atau lebih tepatnya, kenapa harus indikator teknis seperti itu yang dijadikan patokan?
Padahal aku percaya bahwa manusia bisa pertahankan semangat dan antusiasme si bocah TK tapi tetap mengutamakan kepentingan bersama, berpikir logis idealis namun tetap menjejak realita, visioner namun tak tenggelam dalam masa depan yang masih fana.

Secara tidak sadar kita tumbuh menjadi orang yang mempersempit definisi, mengaburkan makna kedewasaan itu sendiri.

-Aku, yang menolak dewasa dengan cara mereka.

No comments: