Sunday, January 30, 2011

5 Hati

Gue punya kaka dua biji.

Walaupun mereka ga punya biji.

Gue sayang sama mereka.

Bukan sayang inyi minyi sih.

Entah kenapa lebih nyaman menyatakannya dengan implisit.


Hari ini mereka berantem.

Bukan hal baru sebenernya, since kami udah berantem sejak gue bisa nginget.

Berantemnya ga penting sih kalo kata gue, dan somehow gue tau bakal baekan dengan segera.

Tapi nyokap gue sempet nangis.

Katanya kenapa koq punya anak-anak perempuan keras kepala semua.

Yeah, note the word “perempuan”.

Berarti gue engga.

Ha.

Ha.

Ha.


Jadi mikir aja sih.

Kaka gue yang pertama udah mo kawin April nanti.

Kaka gue yang kedua kuliah dan ngekos di Jakarta.

Gue kuliah dan ngekos di Jatinangor.



Ka Ela, Ka Eta.

Takdir mengharuskan kita berada berkilometer-kilometer jauhnya.

Tapi cukuplah itu memisahkan kita secara fisik.

Karena gue selalu yakin sejauh apapun takdir memisahkan kita, hati-hati kita akan selalu dekat terpaut kata;


Keluarga.

1 comment:

Anonymous said...

wow. that happens to my family too. kayanya anak perempuan itu sedikit menyeramkan. by the word 'anak perempuan' it includes me automatically. -herdinda