Thursday, March 3, 2011
Miles
“Fuck the miles. Fuck them.”
- Going The Distance
Abis nonton film ini jadi semacam tertohok. Teriris. Tersayat. Terbelah bagai sembilu.(?!)
Selama ini selalu kalah ama yang namanya jarak nih. Padahal jarak terjauh juga cuman Bandung - Jakarta. Not fully committed, my friends used to say. Easily tempted, others would have thought.
Padahal ntar kalo PTT di, lets say Papua, gue bakal jauh sama siapapun itu. Untuk waktu yang ga sebentar pula. Mau jadi apa gua? Mau cinlok ama warga lokal, kawin siri dan menghasilkan anak-anak item rambut kriwel yang berlarian dengan koteka?
Well, that’s exactly not the way i would picture myself in 5 to 10 years ahead.
Yeah, i have to fix it, i guess.
Fitrah Lelaki
Sepuluh perkara termasuk fitrah untuk lelaki:
1. Menggunting kumis
2. Merawat janggut
3. Bersiwak
4. Kumur-kumur
5. Memotong kuku
6. Beristinja’
7. Membasuh lipat jemari & cuping telinga
8. Mencabut bulu ketiak
9. Mencukur rambut kemaluan
10. Menghisap air ke hidung.
(Dari twit #Lelaki - nya Mas @salimafillah )
Nomer 1 oke dah. Sempet jadi om-om berkumis lebat buat nakutin anak baru pas jadi ketua ospek, but that’s that.
Nomer 2 maksudnya “merawat” itu memanjangkan apa dipelihara supaya terlihat indah, either itu dicukur apa engga ya?
Nomer 8 sangat-sangat jarang gue lakuin karena entah kenapa paradigma umum membuatnya sangat gay-ish, apalagi “mencabut” seems menyakitkan sampe ke ubun-ubun kalo denger pengalaman cewe-cewe di sekitar gue. Semoga ngegunting aja ga apa-apa deh ya. :D
Lost and Found: Excitement
(Ki-Ka: Belakang: Disti, Iie, Ivone, Kate. Depan: Kara, Maya, Bonar, Vina, Novery, Gue )
Yaay! Setelah dua minggu gue ditinggal foto sama kelompok tutor pas lab yang mana lalu fotonya diaplot di FB dengan caption; “Tutor GUS A2 FULL TEAM” (entah kenapa gue tau ada penekanan khusus pada kata “full team”), akhirnya gue berhasil masup foto dan kelompok gue beneran full team! Hahaha.
Sebenernya bukan salah mereka juga gue ga masuk foto di dua kali lab berturut-turut gue cabut lab. Jangan dicontoh ya, I’ve been a bad boy..*geleng-geleng* *mendesah penuh sesal*
Foto-foto di lab gini somehow mengingatkan gue akan excitement dan kebanggan yang once gue miliki. Gue ama anak-anak suka ngetawain ngeliat anak 2010 pada hobi banget foto di kampus. Di lab foto, di plaza foto, di ruang lecture foto, kayaknya tinggal di ruang dekan aja mereka belom foto. (But I know they’re trying, though) Dibalik tawa itu gue keingetan kalo gue ama anak-anak seangkatan 2007 juga sama noraknya ama mereka dulu, but somewhere along the road med-school’s madness took that excitement away from us..
I miss that eagerness, i miss that excitement.
I miss that passion. :’)Guts and Skills
Don Juan.
Playboy Cap Kampak. (semacem minyak kayu putih)
Si Brengsek Ranking 1.
They have been calling me by almost any ways i can imagine, these days.
They say that I'm a jerk for having so many exes, for having no trouble whatsoever on getting any girl i want, for not waiting long enough to move on from one girl to another.
But the fact is they don't know shit about me. They're just assuming what i am now alike based on what they know about me on my dim past.
But that's okay, i fully understand that people judge you like, all the time.
Its just that after a while of observation, i got to one conclusion.
Society, especially men, actually needs a douchebag.
Weird, eh?
As much as they laughing and "Parah, parah.."-ing my stories, they actually got excited and enjoys every part of them.
Moreover, they kinda worship me i guess. For saying what they cannot say, doing what they cannot do, and having what they cannot have.
And guess what, as soon as my day 1 through retirement from the dirtbag world, they start to whine and begging me not to. Saying all that craps about how not cool i get after i quit being jerk.
There's a huge difference between "wont" and "cant".
So after all, I'm not the bad guy, you know.
I'm just YOU, plus guts and skills.
Sunday, January 30, 2011
5 Hati
Gue punya kaka dua biji.
Walaupun mereka ga punya biji.
Gue sayang sama mereka.
Bukan sayang inyi minyi sih.
Entah kenapa lebih nyaman menyatakannya dengan implisit.
Hari ini mereka berantem.
Bukan hal baru sebenernya, since kami udah berantem sejak gue bisa nginget.
Berantemnya ga penting sih kalo kata gue, dan somehow gue tau bakal baekan dengan segera.
Tapi nyokap gue sempet nangis.
Katanya kenapa koq punya anak-anak perempuan keras kepala semua.
Yeah, note the word “perempuan”.
Berarti gue engga.
Ha.
Ha.
Ha.
Jadi mikir aja sih.
Kaka gue yang pertama udah mo kawin April nanti.
Kaka gue yang kedua kuliah dan ngekos di Jakarta.
Gue kuliah dan ngekos di Jatinangor.
Ka Ela, Ka Eta.
Takdir mengharuskan kita berada berkilometer-kilometer jauhnya.
Tapi cukuplah itu memisahkan kita secara fisik.
Karena gue selalu yakin sejauh apapun takdir memisahkan kita, hati-hati kita akan selalu dekat terpaut kata;
Keluarga.
Thursday, August 5, 2010
KKN: Nyata-Nyata Sebuah Mimpi? Atau Sebuah Mimpi Tentang Realita?
Partner vs Trophy
Saturday, June 19, 2010
Bicara
bercanda tentang hampir apa saja
mungkin cuma aku, tapi kuyakin juga kamu
Kami bicara lewat warna-warni kontemplasi keriangan.
Ya
Kami kini sudah tiada lagi.
Tapi satu yang kukagumi
Setelah semua ini
Kami, tak berhenti bicara.