Friday, June 5, 2009

007

Yay! MDE, is one I'm finally done with!


Cukup optimis pula ama hasilnya, allhamdulillah. Memang benar kata kaka tutor sayah (Teh Shasha =p) klo mde nbss itu asal belajar sooca nya bener mah tinggal review bahan dikit ama ngerjain soal-soal taun lalu juga cukup. Akhirnya dua ratus menit yang melelahkan itu lewat juga..


..but came to think about which, isn’t it a bit over to make students like us forces our brain working for two hundred minutes? Its more than three hours, for God’s sake(!). Otakku sayang, otakku malang. Alternatifnya, bikin soal campuran aja antara pilihan ganda ama essay. Ato essay semua sekalian. *ditusuk* Haha, I know that having an essay form of exam in medicine faculty means 007. License to (be) kill (ed). Tapi kalo itu untuk, as my mom and i think, mendapatkan output dokter yang lebih baek, knapa ngga? Dengan essay, kita jadi lebih susah nyontek. Jadi lebih bisa adaptasi ama berbagai tipe soal. Jadi lebih kritis. Lebih mikir. See, untuk ngedapetin dokter-dokter masa depan yang lebih ‘ngerti’, dan bukan sekedar ‘apal’, I think it worth considered.


Lagian melototin dua ratus soal yang panjangnya ampir separagraf plus lima pilihan jawaban yang ampir ga kalah panjang untuk lebih dari tiga jam juga sangat meng-enek-an, percayalah. I think someone will have to report this to IIBR, International Institution for Brain Rights. Yea, like there was such thing..hehe.


Outtie.

Saturday, May 30, 2009

Smells Like Home

Back at home after a while!

Hehe, it sure feels nice to be at my own house. Well, not much of a condo or a five star hotel, but still not that 4x5 square space that I’m sick being living in. Had only been there for two weeks and i already got a homesick. Can’t tell how it felt to be like my come-from-faraway friends who haven’t coming home for five to six months least. Must be terrible. At least for a home boy like me. Gehe.

Anyway, I’ve noticed that a few things have changed from the last time i was home. Here they are:

My room is so damn full of many unused stuff! Okay-okay, i only sleep in it twice a week, but still its not like my room can suddenly be a final dumping site or something. And how come my sis just couldn’t avoid laying a finger –or a butt- on my neaty cozy bed I’ve dreamt to sleep on for weeks? Sicko.


A house upon mine is being rebuild. Two weeks ago it was close to smithereens, but now it only needs a final touch. It’s my aunt’s house actually, and my dad is the one rebuilding it. So where’s the surprise, eh? Haha.


We got an owl hanging on our roof! For real! So a wild owl finds our roof as an awesome spot for its nest. Maybe i should try to make it sends my letter. Just like that Harry Potter thingy. So everybody else sends their absence letter to SBP using fax, and I’m using a private owl. Kewl.


We got hogs wandering our living room! Ng? Wait a sec. They seem familiar. Oh. They are just -sadly- my sisters. Still dumb. Still amazingly careless. Still hasn’t taking a bath for days while having that oh-so-what looks on their faces. Love u guys a lot, anyway!


I have to go back to Nangor City by Sunday noon or Monday morning, sharp. Cause i’ll be having a written exam by Weds. Crap. It’s always sucks to have to leave this place I could call home, only for reading books and journals for weds exam. It’s a milestone on chasing my dream, anyway!


Outtie.

Thursday, May 28, 2009

Roocka' SOOCA!

Hey, hey.

Back again, happily. After those shitty sooca stuff had been bothering my life for a month or so. Fuuhh, freedom sure feels great. =) Okee, to tell a month or so is a bit exaggerating. As for the first 3 weeks I was just blabbering my mouth telling how I was being stressed out about sooca. Freaked out, and do nothing. Haha. The truth is I only studied hard enough (which surpassed fk’s freakin standard for ‘study hard’) in a week before the exam. That, truthfully, is not a complete 7 days of it.

There was day I was just wandering around my pal’s rent room (kosan? blame my degraded english. cih). There was hours I spent sleeping my head off like there was nothing to worry about, like I wouldn’t be betting half of my second year’s score on the exam coming a week after. Haha. There was time I ended up in my room, reading those old lame comics and magz that I had read like a thousands time. It was boring. Plus I hate reading things Ive once read. Still, those lame stuff still looked more interesting than my hundred-pages-or-so sooca draft. Guess in those moments, ive broke under pressure. Fags.

Such a lame of me, isn’t it? Such a lame of a grown man to be so easily breaks under pressure. Sooca is so damn hard, that’s true. Fact that half or my second year’s gpa will be on the edge if I failed it was driving me nuts, correct. The pressure exist pushes me to flatten up my ass off that chair, seeing the same scenery (wall in front of my desk) for days, trying to memorize all of those 31 basic sciences, patgens, patfises and shit made me sick that I felt like puking. Thank God its over now. Plus He decided to put a sweet end of my temporary journey conquering sooca. Hehe. Allhamdulillah.. Sooca third year, here I come with brute force! Haha!

Outtie.

Monday, May 11, 2009

Judging Pin

’Wiih..parrah beut si dia..’

Ngerasa ga asing dengan omongan kae gini?
Sering denger, ato malah sering ngomong?

Menilai. Ato bahasa prokemnya, nge-judge. Adalah hal yang pastinya sering banget kita lakuin. Terlepas dari kita punya hak apa engga untuk itu, punya pendapat yang implementasinya jadi ngejudge itu pasti pernah kita lakuin. ’Ih, si A ga pernah gawe, maunya ngomong doang’ ’Parrah, Si B ga dateng, pasti males d’ ’Eh, si Ribonk tu ganteng yah?’ Dan pikiran-pikiran ato malah omongan laen yang berseliweran di idup kita sehari-hari.

Punya pendapat itu hak semua orang kan? Apalagi mungkin faktanya si A emang sering keliatan ngomong, si B emang ga dateng rapat, dan si Ribonk emang ganteng. Tapi ga bisa dipungkiri kalo mungkin lebih banyak fakta yang kita ga tau. Siapa tau si A emang orang yang kalo kerja ga mau diliat orang? Siapa yang berani jamin kalo si B ga dateng bukan karena sakit ato ada amanah laen misalnya? Siapa yang bakal membantah kalo dibilang Ribonk itu ganteng? *2000 orang ngacung*

Yang jadi masalah adalah kita sering terlanjur ngejudge orang dengan hanya berdasarkan fakta valid yang setengah-setengah, sebagian kecil malah. Daripada susah-susah nyari info yang bisa lebih mengobjektifkan penilaian kita, kita lebih suka langsung nempelin label penilaian kita di jidat mereka. Dan selamanya label itu ada disana dalam benak kita. Juga dalam benak orang lain yang kita pengaruhi dengan propaganda penilaian kita.

Sama acara yg seksi gw di senat adakan, temen gw dari seksi laen bilang gini, ’Ya ga mikir bgt si lo, bikin acara deket ujian. Ga akan ada yg dateng lah..hahaha’ Bercanda, i know. Tapi yang langsung kepikiran saat itu adalah segimana kerasnya 13 orang di seksi gw uda kerja keras buat nyiapin tu acara. Soal mikirin ampe jangar soal gimana caranya tu acara ga ganggu ujian, jangan tanya. Apa dia tau? Engga. Apa dia peduli dan pengen tau? Engga. Apa dia nge-judge? Iya. Padahal kata gw juga tu orang nyampah banget di senat.

..Nah, itupun gw ngejudge. Hehe.

Masa-masa awal masuk senat, gw pengen masuk Seksi Pendidikan dan Profesi. Itu kae seksinya orang-orang pinter yang gaweannya ngurusin masalah akademik mahasiswa fk. Kenapa? Simple aja, pengen ngubah pandangan orang tentang gw. Tukang ngelawak, ga tau malu, gombal warning. Itu yang paling umum gw denger kalo orang ngomong soal gw. Implikasinya, ada beberapa orang yg nganggep gw itu bisanya cuman ketawa-ketawa doang. Bahkan cuma karena beberapa kali tau gw ngerjain LI dari internet –krn tu LI ga penting abis-, ada yang langsung ngejudge gw tipe orang yang males ngerjain LI dari refference books. Padahal kalo diliat IPK gw juga ga jelek….-jelek amat. =p Makanya, kali aja dengan masuk Pendpro gw bisa diliat -sedikit- berotak. Hwehe.

Well, sempet cape dengan pengen ngerubah judging nya orang-orang. Tapi yaudah si, akhirnya gw sadar cara terbaek buat itu yaa..buktiin kalo gw ga gitu. Dengan dapet A buat SOOCA misalnya..amiin. So, take that judging pin off ur chest. If there was one has the absolute right to be judging, its Him, not us.


Outtie.

Wednesday, May 6, 2009

Jamucinno Latte

Inovasi.


Mungkin itu yang coba dicapai oleh brand susu tinggi-rendah saat menciptakan rasa baru varian produk mereka. Javacinno Latte. Begitulah yang terbaca oleh gw saat pertama melihat kardusnya. Dengan tampilan gambar sesosok pria ganteng yang penuh percaya diri terpampang di kardusnya, ga salah dong kalo gw berpikiran kalo gw akan jadi seganteng itu kalo minum tu susu? Salah. Salah besar. Mirip pantatnya masi lebih mungkin. So, dengan harga yang lebih mahal dikit dari rasa yang biasa gw minum, it better be worth it. Masuklah si pria ganteng ke kantong belanjaan gw.


Penasaran dengan efek menggantengkan susu tersebut, -mengingat gw adalah mahasiswa kedokteran, fakta bahwa gw masi ngarep jadi ganteng abis minum susu sangatlah menyedihkan- langsung aja malemnya gw seduh tiga sendok susu tersebut dengan air panas. Rasanya? Emh... Membuat gw merasakan sensasi yang belum pernah gw rasakan...dan ga akan mau gw rasakan lagi. Gw jadi tau, kalo manusia mencoba membuat susu dengan rasa kopi, yang mereka dapatkan adalah susu rasa jamu. Cuih. Hweek. Membawa kembali memori buruk masa kecil saat gw dicekoki jamu sama nyokap. Seriusan d, gw pikir Jamucinno Latte lebih tepat untuk mendefinisikan rasa itu. Itu juga kalo ada mbok jamu yang mau ngejual jamu kae gitu. Well, enough said. Back to my fave choco flavour.



Outtie.

Wednesday, April 29, 2009

When The Gay Has His Birthday

Hmm.
Satu hal yg gw pelajari dari lomba blog Olymphiart kmaren adalah; nulis buat reportase asik juga ternyata! Hehe, buat gw yg selama ini kebiasa dgn nulis hanya pikiran-pikiran gw, reportase kejadian nyata itu pengalaman baru. Apalagi ga semua pikiran gw pantes d publish dan beberapa diantaranya ga akan bawa manfaat buat yg baca -dan malah berujung pada degradasi mental- gw mutusin buat nyoba nulis gaya baru. Halah.


Soo..

Kemaren om, eh, temen gw ulangtaun. Dua puluh taun lalu ortunya ngasi nama 'Bagus' dgn harapan anaknya akan tumbuh menjadi orang yang 'bagus' juga, walo saat ini tampaknya harapan itu, ehm, kandas. Jadi kemaren si Bagus ini diiket, digotong ke mobil, trus ditelantarkan dgn tega d daerah unwim nan gelap gulita. Abis dikasi petunjuk, dia harus jalan kaki dari unwim ke pokay tanpa tau sebenernya di blakang dia ada gw, Asun, Tomat yg ngawasin dia dari blakang. Melihat sosok punggungnya yg kesepian dari blakang..sungguh. . .mengundang tawa.


FYI, si Bagus ini takut ama segala macem. Takut darah, takut gelap, takut film horor, takut sooca 30 kasus -oh itu si gw jga takut-, takut disuntik, dll.
Gw rasa tinggal tunggu waktu sampe dia takut ama dirinya sndiri. Jadi buat dia, jalan sendirian malem-malem di tempat sepi gitu cukup menegakan bulu roma. Gapapa Gus, asal bukan yg laen aja yg tegak.


Sampe di pokay, kita semua menyambut dia dgn cupcakes yg uda disiapin Ryan, Yogi, Ajeng, Niken. First cake? Tentu saja diberikan pada tidak lain dan tidak bukan...satpam pokay. Eh. Yah, pokonya Bagus berhasil membuat wajah Echong bersemu kemerahan malam itu. Setelah biasanya kehitaman. Abis makan cupcake, dgn sedikit gangguan dari Boker si jalang dan Dhila si oh-my-gosh-is-that-really-an-arm-not-a-thigh, kita semua memutuskan untuk makan di Cherish..dengan subsidi dari Bagus tentunya.



Di Cherish, ada beberapa hal yg bikin gw bingung. Pertama, bingung apa Firman itu manusia atau alien berlambung ruang hampa. Kedua, bingung kenapa Galan ga tergoda buat mesen banana milkshake, padahal dgn darah nenek moyang yg mengalir bgitu kental di tubuhnya harusnya dia mnjadikan pisang sbage makanan pokok. Aneh. Yah well, life is so full of mystery. Anyway, i had a fun night.. perut kenyang, hati senang. Hehe. Thanks, Gu(y)s!





Outtie.

Monday, April 27, 2009

Win Some or Learn Some

Ihiw!
Akhirnya Olymphiart barakhir juga..
Which means, welcome to MDE, SOOCA, etc.
Wew, life's rough,bro.
Anyway, waktu Olymphiart kmaren gw ikutan lomba blog. Ga menang si -yaiyalah- tapi gw jdi blajar ngutak-ngatik blog. Hahaha. So it came out that i was right. Life isnt about 'win some or lose some'..its always about 'win some or LEARN some'
Tapi tetep aja taun depan gw pengen ikutan lagi. Dan dengan ga kapoknya, berambisi menang lagi. Itupun dgn catetan Olymphiart -diijinkan- digelar lagi. ;p Well, i'll tell u some other time about this, hehe.
Outtie!

Saturday, April 4, 2009

Second Chance

Everyone deserve a second chance.
Do u believe in that phrase?

Sering kan yah di pelem-pelem barat ada adegan si tokoh utama cowo yg entah gimana uda berbuat brengsek dan meluluhlantakan hati si tokoh utama cewe, memohon-mohon di tengah hujan –kneeling,of course- biar dikasi kesempatan kedua ama cewenya untuk ngebenerin hubungan mereka, nikah, trus punya anak 12 biji biar bisa maen futsal bareng lengkap ama wasitnya? Yaa, yg soal si ibu jadi supermultigravida itu karangan gw doang si. Tapi knapa si orang demen bgt memohon-mohon untuk sebuah kesempatan kedua?

A second chance, as it’s name implicates, is the second that comes after the first one. And why on earth would we possibly need a second chance? Its simply because we messed up on the first place. We may worked on it hard, but then we blew it all sky high. Okay, lets not be so sceptical. Mungkin bukan kitanya yg salah, mungkin keadaannya aja yg ga tepat, ato mungkin waktunya yang meleset, dan banyak mungkin-mungkin laennya. Tapi tetep aja faktanya kita ga akan butuh kesempatan kedua klo ga ngelewatin, ato ngegagalin, yang pertama.

Honestly, i’ve been in a position that pushes me to beg for a second chance. And there’s no guarantee that i wont be stuck in it again. Apakah itu remedial, apakah itu ujian perbaikan, apakah itu situasi kae prolog di atas, bisa macem-macem. I’d say those all are a various kind of second chance. Dan kesemuanya itu, percaya ato ga, ga gratis. There is always some kind of effort we ought to bring out first before we deserve the second one.

So what happen to the ‘now or never’? Or the ‘either make it or break it’ stuff? Semuanya toh ngajarin kita buat ngehargain yg namanya kesempatan. Yang pertama tentunya, dengan tidak mempertimbangkan adanya yg kedua. Jadi kalo kata gw si, terlepas dari kapabilitas kita buat dapet kesempatan kedua, terlalu riskan untuk mempertaruhkan semuanya di situ. So meant ur life, dude. Every single chance that may approach. Every single step.

Jawaban pertanyaan pertama di atas tadi? Well i’d go with a NO. No one deserve a second chance. We doesn’t deserve it, we EARN it.

Okeh, cukup seriusnyah. Now on to the stupid part. The reason im writing this is rather silly, anyway. Jadi beberapa hari kmaren gw maen ke ‘cihampelas-berjalan’ dan menemukan kalo di ‘stasiun olahraga’ lagi diskon 40%! In a desperate needs of a pair of shoes, i walked in. Banyak yg gw taksir si (spatunya,bukan mba2 spg nya), tapi sayang ga ada ukuran yg cocok. Ada yg lebih kecil senomer, enak-enak aja si, tapi sugesti kekecilan bikin gw urung beli tu sepatu. So i decided to go home empty handed.

Di kosan gw kepikiran tentang si sepatu berlogo macan kumbang lagi loncat itu. Makan ga pules, tidur ga kenyang d. -yaiyalah- Akhirnya gw sampai pada keputusan paling sensasional dalam idup gw. Gw mesti kawin muda! Oh salah, bukan yg itu. Maksud gw, gw mesti beli tu sepatu. Dua hari kemudian gw balik kesana, dengan sepatu yg gw taksir masi bertengger manis di atas display box, gw sadar cuma ada satu hal yg kurang; tulisan 40% OFF segede gaban yg tadinya bergantungan di atap toko.

Outtie.

Wednesday, February 4, 2009

Delete After:

Author’s Note:
Sbage respon dari feedback orang-orang ke blog gw sblom ini yang katanya panjangnya ampir-ampir ngalahin metabolisme lipid, gw bikinin shortcut di bawah tulisan ini. Jadi untuk klian yg waktu mule baca ini sdang memiliki hasrat tak berkesudahan untuk berdefekasi, silakan baca shortcut, boker, dan kembali kesini dengan berat badan turun 3 kilo. Owyeah, konstipasi itu penyiksaan, saudara-saudara. Enjoy!

Beberapa minggu yang lalu, hape gw (for the sake of copyrights just call her Sam, abbreviation; Sam Sung) resmi divonis mngalami touchskrinopathy. Jadi untuk smentara gw harus beralih mnggunakan hape jaman batu gw, panggillah Moto-Moto (Rola). Tentu dengan layar vga brsemut, inbox yg suka sotoy ngapus diri sndiri -even yg blom dibaca-, batre yg kaenya mesti gw pasangin infus biar ga bocor trus, dan sgala kegaiban laen, gw nangis guling-guling pengen si sam cepet balik. Tapi skejul gw brkata lain, jadilah gw baru k bec stelah smingguan bergumul dengan si moto-moto.

Brhubung mrasa akan lama make dia, gw oprek lagi ni si moto-moto. Ponbuk okeh, alarm mantabh, inbox masi brfungsi ganda sbage blackhole,tapi okelah, kamera brpungsi, blutut siap, kalender… Hm, apaan nih. Hahaha. A list of events happened years ago, showed up. Tubuh terdiam, memori bertualang..

Brings back old memories, if I may say. Those events, reminders, tasknoters, written in my old cellphone calendar, along with thoughts, feeling, and intention existed at the time being, burst out from thin air. Menyeruak gitu aja entah dari lobus otak gw yg mana. Some are smiles-twitching, some are laugh-intertweaking, while others are a bit tingling I must say.

‘vck dpt 20. gobl*k. mesti ambil plajaran dri ini’
(yap, plajaran bahwa nyari konci jawaban sbaeknya ga dilakuin h-sejam, kurang efektif)
‘dtg nyubuh,nyontek laporan bio bu budi!’
‘TIDUR BERARTI MATI!!’
(yg gw pasang typ hari sminggu mnjelang spmb. hasilnya gw cuma tidur skitar 4 jam slama sminggu itu. mantap beut)

Yep, some are extremely academical.

‘tia bwa cowo brunya k rmh. monyet’
‘Aki meninggal.. May his soul rest aside..’
‘motlet bwt LIA ditolak. sigh’

Yep, some are very satirical.

‘nabung oy!’
‘yogi utang timbel 5rb’
(bahkan ampe skarang urg poho siah yog, geus dibayar can sih? heheh)
‘cash flows like a river! uaagh!

Yep, some are hazardly economical.

‘bqn denah lapangan mk tributes!’
‘danus tarka!’
‘awasin progress buku taunan 3-2!’

Yep, some are organizational.

‘bli bunga bwt achie!’
‘jmput achie!
‘lempar spatu achie ke atap musola alvi!’
‘tembak achie, uooh!’

Yep, some are..hm..silly-and-sweet mix of flavour.


U see, lad. Those things happened in my past means a lot for me. And a hell bunch of us, I bet. Those things, memories, or whatsoever gave us foundation for the skycrapper we are building now. A foundation might not be the most important part nor visible for them outsiders. But it determines the shape, firmness, and agility of a stronghold. Our past made us who we are now. And once a stronghold built, what to do with it is a matter of choice. OUR choice.

Idup emang soal pilihan, pada akhirnya. Termasuk soal masa lalu. Its ur choice to keep snobbing and snurgling under it, or to face and learn from it. Karena emang itu hakekat (ato hakikat? ato alpukat? yah itulah) dari masa lalu kan? Biar gimana juga itu smua uda kejadian. Mau diapain juga tetep aja klo ditulis pake bhs inggris ujungnya pake –ed. Skarang tinggal gimana kita ngadepinnya aja.

Jangan dilupain. Sungguh, jangan. Apa gunanya kesandung, luka,(trus jadi gangrene klo pasien diabetes) trus dilupain gitu aja cuma buat kesandung lagi ntarnya? Gather all those scattered pieces, wrap it up, and bring it on ur side. Bawa itu semua di otak, jangan di hati. Hati mah buat storing lipid, bukan memori. Ntar hepatomegaly baru nyesel d lo. Semua orang juga tau pusat saraf tu di otak bukan di hati, apalagi di dengkul. Jadi disitu, lo bisa dengan logis mengingat dan mengambil pelajaran dari apa-apa yang udah kejadian sepanjang idup lo dengan santai dan rasional.

Laugh at it, pal. U may not be able to laugh along with it, but u can always laugh at it. Mungkin lo ga akan bisa ketawa langsung pas kejadiannya. Tapi seiring waktu lo pasti bisa. Pasti. Dan mnurut gw, cara paling dewasa dari ngadepin masa lalu selalu adalah ketawa. Ato at least senyum. Karena seburuk apapun, sepait apapun masa lalu kita, selalu bakal dateng hari dimana kita bisa ketawa kalo inget soal itu. Soal hari itu besok ato 10 taun lagi, itu pilihan juga. Mau nangis ato miris, ato ketawa bahagia, lagi-lagi soal pilihan.

Contoh konkrit dari mnertawakan masa lalu adalah; gw slalu ikutan ktawa aja (sambil brusaha memiting orang yg ngomong) klo ada yg bilang gw jaman sd punya tampang yang minta dipalak ;

Ato gw jaman smp adalah bocah yang terlihat 20 taun lebih tua dan punya mata yang berkata, ‘gw ga ada. keberadaan gw sekelas fungi. anggap saja aku lumut’ ;


Sma better lah ya.. ;


Skarang? Uidih, gantengnyaa ;

Dan mungkin buat cewe-cewe yang mau daftar jadi fans gw, skarang aja. Karena gw punya feeling beberapa taun lagi (and a couples of surgery) gw akan berpenampang seperti ini ;


Nyehnyeh, that would be all folks! Now back to Moto-Moto..

-Menu-
-Tools-
-Calendar-
-Settings-
-Event Settings-
Delete After : 1 week
1 month
1 year
-Never-

-Delete After : Never-

...

-Saved-


“Past, it has done it’s goods once we can get a fairy out of a misery”
(Paul Anka)





Shortcut:
· For those who really misses bathroom
Sana gih, gw males ngomong ama orang yang lagi mules-mules.
· For those who have a terrible past
Theres no such a thing as a flawless track record. Face it, accept it, laugh at it.
· For those who still have a problem with ones in their past
Laugh at ‘em! Hehe, jangan ding. Be nice at ‘em so maybe he/she would have a willing to do the same. Silaturahmi tong nepi ka putus weh.. Just do ur best and let Him do the rest.
· For those who waits
If u really have that amazing kind of faith, keep waiting. But not in vain. Improve ur demand to be a betterself. Kae kata derby romero, ‘aku disini, duduk manis menantimu.. Aku pun ingin membuat kau tak menyesal..’ Kitu lah, pokona.
· For you who just got up from your misery
Hey hey, congratz! Maybe its time for a new bright life or love to take place. Haha, as ur brilliant mind would have thought, I wrote this part for u, neng. ;p
· For those who have EMS exam coming on their way
WOY! Stop reading this and get into GREENSPANS!


Outtie.